Sakit dan Sehat dari sudut pandang Kesehatan Holistik

Sakit atau sehatkah Anda? Jika Anda tidak merasakan sakit pastilah Anda menjawab dengan “Saya Sehat.” Namun, tahukah Anda bahwa rasa sakit dan sakit adalah dua hal yang berbeda? Itulah yang ingin saya sampaikan di sini.

Rasa Sakit vs Sakit

Rasa sakit berbeda dengan sakit itu sendiri. Rasa sakit adalah rasa ketidaknyamanan yang Anda rasakan ketika ada masalah di tubuh Anda. Seringkali rasa sakit ini diabaikan dan baru diperhatikan ketika rasanya sudah cukup untuk harus diperhatikan.

Sedangkan sakit adalah kondisi tidak normal yang diakibatkan oleh fungsi yang tidak berjalan pada tubuh manusia atau diakibatkan oleh faktor luar seperti fisik atau kuman penyakit. Rasa sakit adalah sebuah tanda dari tubuh yang menandakan bahwa tubuh sedang sakit. Seringkali tanda ini diabaikan sehingga pada akhirnya sakit yang lebih parah muncul.

Rasa sakit adalah komunikasi dari tubuh

Saya menyebut rasa sakit sebenarnya adalah cara tubuh berkomunikasi kepada Anda. Rasa sakit itu bisa berupa ketidaknyamanan tubuh, pusing, sariawan, nyeri, mual, diare, sembelit atau bentuk rasa sakit lainnya. Ini semua juga sering diartikan sebagai gejala. Gejala tidaklah sama dengan penyakitnya.

Sayangnya bentuk rasa sakit itu sendiri dianggap sebagai penyakitnya. Sehingga dengan menghilangkan rasanya sudah dianggap menghilangkan penyakitnya. Maka bentuk komunikasi tubuh tersebut dibungkam dalam waktu yang lama. Tiba-tiba tubuh Anda muncul penyakit kronis yang berbahaya.

Jangan terburu-buru berobat

Seringkali baru merasakan sakit sedikit langsung berobat. Sebaiknya jangan terburu-buru berobat ke dokter. Saya sering menganjurkan kepada pasien-pasien saya untuk “muhasabah” atau intropeksi diri terlebih dahulu. Dengan melakukan ini, Anda menjadi lebih paham bagaimana Anda bisa sakit.

Muhasabah ini efektif membuat Anda sadar betul tentang kesehatan Anda. Sehingga Anda bisa beralih ke pola hidup yang sehat. Jika Anda baru satu hari demam misalnya, kemudian ke dokter, dokter pun tidak bisa mengetahui Anda sakit apa. Dokter hanya akan memberikan obat untuk meredakan gejala sesuai keluhan Anda. Baru kemudian dapat memberikan rekomendasi atau tindakan lanjut jika setelah 3 hari tidak reda.

Lakukan ini terlebih dahulu sebelum ke Dokter

Ini yang saya suka dari ilmu kesehatan holistik, yaitu merupakan gabungan dari kesehatan medis dan komplementer. Maka di sini tidak menafikkan peran dokter dalam terapi. Namun, tetap menjadikan tubuh itu menjadi dokter yang terbaik. Sehingga lakukanlah beberapa hal ini sebelum Anda buru-buru ke dokter.

  1. Muhasabah, cari tahu sebabnya
  2. Perbaiki Pola makan dan minum
  3. Istirahat yang cukup
  4. Konsultasi kepada yang lebih ahli
  5. Minumlah herbal jika perlu
  6. Pergi ke Dokter dan Tes Laboratorium

Nomor 1, sudah saya jelaskan tadi di atas. Langsung saja ke nomor dua, yaitu memperbaiki pola makan dan minum Anda. Pola makan dan minum adalah faktor fisik yang terbesar menyebabkan sakit. Anda terlalu banyak konsumsi sesuatu bisa menyebabkan sakit. Begitu pula dengan kekurangan zat tertentu juga bisa bikin sakit.

Tubuh menjadi panas seringkali juga disebabkan kurang konsumsi air putih. Sedangkan terlalu banyak makan cabe dapat menyebabkan gangguan pada kulit dan pencernaan. Maka jangan buru-buru minum obat sebelum tahu penyebabnya.

Setelah Anda tahu sebabnya, perbaikilah dan terapkan pola makan yang seimbang dan sehat. Selain pola makan, apa yang Anda makan juga tidak kalah penting. Anda sebaiknya juga konsumsi makanan yang organik dan non-gmo (Genetic Modified Organizm).

Istirahat yang cukup

Setelah Anda memperbaiki pola makan dan minum. Saatnya Anda juga menyediakan waktu untuk tubuh dan pikiran Anda beristirahat dengan efektif. Istirahat berarti memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki diri. Tidur terus-terusan tidak berarti istirahat. Namun, tidur yang efektif tidak harus lama, namun berkualitas. Tidur yang berkualitas sangat tergantung dengan pengelolaan emosi Anda.

Konsultasi kepada yang ahli

Konsultasi ini sebaiknya tidak langsung pergi ke dokter. Namun, berkonsultasi kepada orang yang ahli dalam kesehatan komplementer. Itupun pilih orang yang pemahaman dan pengalamannya terbukti. Konsultasi ini bertujuan untuk memberikan pandangan tentang sakit yang Anda rasakan. Kemudian mengetahui apa yang harus Anda lakukan.

Minumlah herbal jika perlu

Herbal yang baik adalah herbal yang sesuai dengan hasil konsultasi Anda kepada yang ahli. Pastikan orang yang ahli tersebut dapat menjelaskan bagaimana herbal itu bisa menyembuhkan. Jangan hanya sekedar penjelasan menaikkan daya tahan tubuh saja.

Pergi ke dokter dan tes lab

Sakit ringan 3-7 hari itu biasa. Kecuali demam naik-turun, sebaiknya pada hari ke tiga periksa ke dokter. Selain demam, Anda bisa lakukan istirahat dan perbaikan pola makan terlebih dahulu. Memang tubuh yang biasanya minum obat akan butuh waktu 3-7 hari. Namun dengan demikian Anda memberi kesempatan tubuh untuk memperbaiki dirinya.

Cara ini awalnya termasuk lama, namun jika tubuh sudah terbiasa Anda menjadi tidak gampang sakit. Sebab tubuh telah berlatih untuk memperbaiki diri. Selain itu Anda juga jadi lebih paham tentang bagaimana Anda bisa sakit. Apallagi Anda juga jadi lebih mensyukuri arti sehat itu sendiri.

 

Nah, sekarang jangan sampai tertukar lagi ya antara Rasa Sakit dan Sakit (penyakit). Keduanya berbeda dan membungkam rasa sakit (komunikasi tubuh) tidak menyelesaikan masalah. Jika penyakit yang sebenarnya tidak selesai, sama saja Anda menabung penyakit kronis di masa depan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment